Posted by: kayla on: 2 Agustus 2009
ketika malam datang,….. ku sendiri tiada yang menemani,… hatiku sangat kacau dan ketakutan,…. jiwaku resah karena tak ada teman di sini,…. hanya ada suara-suara alam….. kenapa…. aku takut dengan suara alam….. alam yang begitu halus,…. pelan …dan lembut… dan saat magrib tiba… aku sadar ditempat jauh dari keramaian kota…. dan desa terpencil seperti ini …hanya ada suara alam…. tapi sangat menggetarkan jiwaku ini….perasaanku…. aku tak tahu apa yang terjadi padaku,…. dalam hati kenapa aku ini,….dan ada apa dengan diriku………..apakah aku telah lupa………lupa dengan suara-suara alam…. dan di waktu kecil begitu dekat ..dan akrab…. dengan diriku,…. dan sekarang aku begitu asik …. asik dengan suara-suara dijakarta …. jakarta yang begitu indah ,……tapi meresahkan jiwa ku…dan aku menikmatinya, seperti suara tv, suara kendaraan, suara-suara musik…..musik yang begitu indah untuk didengar …..dan aku merasa itu bagaikan suara hatiku…..dan malam ini suara-suara di kota telah hilang…. dan lenyap bagaikan di telan bumi….. dan hanya ada suara-suara alam …. suara alam yang ku dengarkan……. dan suara jiwa yang menggetarkan……
ya Allah…. apa yang terjadi pada malam ini…. dan kenapa aku ini…. ya Allah aku takut aku resah …..dan aku tak bisa menerima suara alam hingga larutnya malam ….dan dinginnya angin malam,….. ternyata setelah aku iklas dan sadar dengan suara-suara alam ini ….jiwaku semakin tenang…. damai.. dan aman pada malam ini…. ketika melewati malam hari ini … dan pagi pun datang … aku tak tahu apa yang telah terjadi semalam,.. dan mengucapkan syukur karena telah dapat menikmati dunia ini kembali….itu semua aku jadikan pelajaran…..ya pelajaran alam, karena ALAM telah mengajarkan padaku malam hari ini…..
ini kisah yang telah aku lewati pada malam itu ….dan aku tak dapat melupakan malam itu….dan kini aku rindu suara-suara alam yang telah lama tak aku dengarkan ini…..
aku cukup ingat.. ada malam yang membuat suasana hati tidak menentu. Terasa kelam, menakutkan, tapi aku cukup bisa menguasai situasi. Aku hanya bisa bertanya, kenapa malam itu tak seperti biasanya??? Kemudian, aku terlelap…
10 Agustus 2009 pada 23:50
sepi.. tenang.. cocok buat curhat ama Illahi Rabbi